5 Desember 2010

951 Ucapan Selamat dan Kesetiaan

Mengucapkan selamat kepada Alwi Uddin dan Iskandar Tompo atas terpilihnya mereka menjadi Ketua dan Wakil Ketua PWM Sulsel. Menitipkan pesan agar hati-hati terhadap jebakan dari "Islam Liberal", bercermin pada jebakan yang menimpa ketua PWM Jatim seperti dikemukakan di bawah ini:
 
http://aristofata.multiply.com/journal/item/10/Syafiq_Mughni_Vs_Munir_Mulkhan
A Munir Mulkhan mengajak Syafiq A Mughni yang ketua PWM Jatim jalan-jalan ke Israel/Palestina ke Masjid Al-Aqsha. Syafiq akhirnya menjadi korban dijebak oleh Mulkhan pada bulan Desember 2007 melalui LibforAll Foundation, sebuah lembaga yang bergerak di bidang kampanye perdamaian. Di dalam lembaga itu ada nama-nama A Munir Mulkan, Amin Abdullah (keduanya tersingkir dari pemilihan 13 formatur dalam Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Malang) dan Azyumardi Azra. Namun yang menerima dan mengatur agenda jalan-jalan Syafiq dkk di sana ternyata Shimon Wiesenthal Center. Mulkhan yang mengajak pergi tetapi tidak ikut, sengaja menyeret Syafiq ke gerbong "Islam Liberal" dengan menjebaknya dalam lobang tragedi kunjungan ke Israel. Alhamdulillah pada Senin, 31 Des 2007, habis Maghrib, di sekretariat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jatim setelah Syafiq melakukan tabayyun (klarifikasi) di depan tokoh-tokoh Muhammadiyah, ketua dan beberapa pengurus DDII Jatim serta Majallah Hidayatullah bahwa beliau dijebak Mulkhan, nama beliau yang tercemar menjadi bersih kembali.
 
***
 
http://beye-beyeblog.blogspot.com/2010/11/kisah-seekor-kadal-yang-terjepit-selama.html
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokkan dinding. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara dinding yang terbuat dari kayu. Dia menemukan seekor kadal yang kakinya melekat pada sebuah paku yang telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun dalam keadaan tidak bisa bergerak sedikitpun. Itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Tiba-tiba seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya.
 
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta... cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.
 
Yang berikut ini cerita mengenai kesetiaan pemimpin kawanan babun, sejenis kera. Bagaimana kelompok babun itu yang didorong oleh naluri mempertahankan hidup, yang dalam hal ini mempertahankan kelompoknya dikaji dalam ethologi (ilmu perangai binatang), yang tentu saja hasil dari observasi mengenai kehidupan babun itu. Apabila kelompok babun itu mencium adanya bahaya di depan, maka pemimpin kelompok dalam formasi hirarki pimpinan semuanya maju ke depan untuk melindungi anak buahnya dari bahaya. Pemimpin babun yang paling top akan menempati posisi paling depan. Sebaliknya apabila akan mendekati daerah yang ada makanan maka seluruh pemimpin dalam formasi hirarki akan mundur ke belakang. Pemimpin yang paling top menempati posisi paling belakang.
 
Pemimpin-pemimpin babon mengurusi kelompok-kelompok seperti pada militer, sejenis regu, sejenis kompi, sejenis batalyon. Pemimpin top ibarat komandan divisi. Kalau ada kepala regu berselisih dengan kepala kompi, maka kepala batalyon segera mengetuk kepala dari kepala kompi, membela yang lemah. Apabila seekor kepala regu menganiaya seekor babon dalam regunya, kepala kompi segera mengetuk kepala dari kepala regu. Demikianlah babun itu oleh Allah SWT diberi naluri menyusun hirarki kepemimpinan.
 
Kita sebagai manusia patut merasa malu, bagaimana kesetiaan pemimpin baboon atas kelompoknya. Manusia umumnya Jika menghadapi "rezeki" para pemimpin yang maju kedepan, anak buah di belakang. Kita sebagai manusia patut merasa malu, jika menghadapi bahaya anak buah disuruh maju. Tidak banyak pemimpin yang maju ke medan laga yang menghadapkan dadanya di ujung senjata musuh.
 
Dalam perang Hunain, sebuah qabilah yang mahir memanah hampir saja mengocar-kacirkan pasukan Islam, jika pada saat genting itu Rasulullah SAW tidak dengan segera memacu kudanya ke depan di tengah-tengah hujan panah, mengerahkan pasukan Islam untuk menyerbu ke depan.
 
Firman Allah:  
-- AN ALLH LA YSThY AN YDhRB MTsLA MA B'AWDht FMA FWQHA FAMA ALDzYN aAMNWA FY'ALMWN ANH ALhQ MN RBHM WAMA ALDzYN KAFARWA FYQWLWN MADzA ARAD ALLH BHDzA MtsLA YDhL BH KTsYRA WYHDY BH KTsYRA WMA YDhL BH ALA ALFSQYN (S. ALBQRt, 2:26), dibaca: innaLlaaha laa yasthyii an yadhriba matsalam maa ba'uudhatan famaa fauqhaa fa ammal ladziina aamanuu faya'lamuuna annahul haqqu mir rabbihim wa ammal ladziina kafaruu fataquuluuna maadza araadaLlaahu bihaadzaa matsalan yudhillu bihii katsiiran wayahdii bihii katsiiran wa maa yudhillu bihii illal faasiqiin, artinya:                       
-- Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perbandingan apa saja, (seperti) nyamuk hingga ke suatu yang lebih (kecil) daripadanya (karena perbuatan itu ada hikmahnya), yaitu kalau orang-orang yang beriman maka mereka akan mengetahui bahwa perbandingan itu benar dari Maha Pengatur mereka; dan kalau orang-orang kafir pula maka mereka akan berkata: "apakah maksud Allah membuat perbandingan dengan ini?" (Jawabnya): (Allah) akan menjadikan banyak orang sesat dengan sebab perbandingan itu, dan akan menjadikan banyak orang mendapat petunjuk dengan sebabnya; dan (Allah) tidak akan menjadikan sesat dengan sebab perbandingan itu melainkan orang-orang yang fasik.
 
WaLlahu a'lamu bisshawab.
 
*** Makassar, 5 Desember 2010