23 Juli 1995

186. Gempa-Bumi

Beberapa hari yang lalu saya melihat di televisi penduduk mantan kota Kobe di Jepang yang masih tinggal di tenda-tenda. Beberapa yang sudah bunuh diri karena frusturasi. Disebut dengan mantan kota oleh karena Kobe sudah menjadi bungkahan dan kepingan bangunan-bangunan yang telah runtuh, sehingga penduduknya tidak dapat lagi bermukim di Kobe yang porak peranda diamuk oleh gempa-bumi. Akan tetapi dibandingkan dengan gempa-bumi yang melanda Mino-Owari, juga di Jepang dalam bulan Oktober 1891, kehebatan gempa-bumi yang menggoncang Kobe masih kalah.

Dari semua jenis bencana alam gempa-bumilah yang paling mengerikan. Tanda-tanda pendahuluan gempa-bumi kadang-kadang berupa bunyi yang mendahului goncangan dan walaupun biasanya terjadi getaran pendahuluan, namun waktunya sangat singkat. Terhadap gempa-bumi hampir tidak ada kesempatan untuk meluputkan diri, sehingga menimbulkan teror yang membuat panik. Orang yang kurang kuat imannya akan merasa sangat berputus asa. Terhadap banjir, letusan gunung berapi, dan topan orang dapat berkemas cepat-cepat menyingkir, karena bencana alam tersebut itu dapat kelihatan, lagi pula tanda-tanda pendahuluannya dapat memberi peringatan dalam waktu yang cukup.

Indera pendeteksi bunyi pendahuluan gempa-bumi yang diberikan Allah SWT pada binatang jauh lebih peka dari seismograf. Indera pendeteksi binatang mampu menangkap bunyi dan gerakan tanah jauh sebelum goncangan gempa yang sebenarnya. Binatang-binatang ada yang berkelakuan aneh dan ada yang gelisah. Kuda menolak makanan yang disodorkan pemiliknya, menendang-nendang kandangnya berusaha untuk lepas, anjing-anjing melolong, burung-burung gelisah berkepak-kepak sambil berkicau tak karuan. Inilah yang sempat dicatat orang dari 130 kota kecil, jauh sebelum seismograf mampu mencatat isyarat gempa yang akan melanda Riviera dalam tahun 1887.

Bagaimanapun dianggap ngeri gempa-bumi yang terjadi di beberapa tempat, namun pada umumnya manusia yang menjadi korban gempa-bumi bukanlah akibat langsung dari gempa itu melainkan oleh runtuhan gedung. Gempa-bumi yang disebutkan dalam Perjanjian Lama dalam Kitab Bilangan lebih ngeri lagi oleh karena gempa-bumi itu membinasakan secara langsung. Dathan, Korah dan Abiram beserta orang-orangnya ditelan gempa secara hidup-hidup, berikut sejumlah dua ratus lima puluh orang penghulu yang mendukungnya dilahap kobaran api yang menyusul gempa-bumi itu. Gempa-bumi dan kobaran api itu merupakan hukuman Allah SWT pada ketiga orang itu bersama orang-orangnya beserta para pendukungnya, karena mendurhaka kepada Allah SWT dengan menentang Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. "And they gathered themselves together against Moses and against Aaron (Numbers 16:3)", dan mereka berkolusi bersama menentang Musa dan menentang Harun.

Pada sisi lain gempa-bumi yang disusul oleh kobaran api itu menunjukkan bukti ke-Rasulan Nabi Musa AS di mata Bani Israil yang luput dari kebinasaan itu.

"If these men die the common death of all men, or if they be visited after the visitation of all men, then the Lord hath not sent me. But if the Lord make a new thing, and the earth open her mouth and swallow them up, and all that appertain unto them, and they go down quick into the pit; then ye shall understand that these men have provoked the Lord (Numbers 16:29-30)". Jikalau orang-orang ini mati seperti biasanya semua orang lain mati, atau jika didatangkan kesukaran atas mereka seperti terjadi atas semua orang, maka aku bukanlah utusan Tuhan. Akan tetapi jika Tuhan membuat sesuatu yang baru, dan bumi mengangakan mulutnya dan menelan mereka, dan semua yang serta dengan mereka, dan mereka meluncur turun dengan cepat ke dalam lahad, maka fahamlah kamu bahwa orang-orang ini telah mencela Tuhan.

"And it came to pass when he had made an end of speaking all these words, that the ground clave asunder that was under them. And the earth open her mouth and swallowed them up, and their houses, and all men appertained unto Korah, and all their goods. They and all appertain to them, went down alive into the pit, and the earth closed upon them, and they perish from among the congregation (Numbers 16:31-33)". Dan setelah itu tatkala dia telah mengucapkan semua ucapan ini, maka merekahlah tanah di bawah mereka itu. Dan bumipun mengangakan mulutnya dan menelan mereka, dan pemukiman mereka, dan semua orang yang bersama Korah dan semua harta benda mereka. Mereka dan semua yang serta dengan mereka, meluncur turun hidup-hidup ke dalam lahad, dan bumi menutupi mereka, dan mereka lenyap dari antara majelis.

"And there came a fire from the Lord, and consumed the two hundred and fifty men that offerd incense (Numbers 16:35). Dan datanglah api dari Tuhan yang menghabiskan dua ratus lima puluh orang yang telah mempersembahkan kemenyan itu.

Gempa-bumi yang lebih dahsyat lagi karena terjadi secara global adalah goncangan yang hebat sebagai prolog hari kiamat, seperti diinformasikan dalam Al Quran:

"Idza- Zulzilati lArdhu Zilza-laha-. Wa Akhrajati lArdhu Atsqa-laha-. Wa Qa-la 'lInsa-nu Ma- Laha-. Yawmaidzin Tuhadditsu Akhba-raha-. Bianna Rabbaka Awhay Laha-. Yawmaidzin Yashduru nNa-su Asyta-tan Liyuraw A'ma-luhum. Faman Ya'mal Mitsqa-la Dzarratin Kahyran Yarahu. Waman Ya'mal Mitsqa-la Dzarratin Syarran Yarahu (S. AlZilzal,1-8)". Jika bumi bergoncang segoncang-goncangnya. Dan bumi mengeluarkan isinya. Maka berkatalah manusia, ada apa dengan bumi ini? Pada saat itu bumi memberitakan pekabarannya. Bahwa sesungguhnya Maha Pengaturmu memerintahkannya. Pada saat itu manusia keluar cerai berai untuk melihat amalan mereka. Maka barang-siapa mengerjakan kebaikan sezarrah akan dilihatnya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sezarrah akan dilihatnya (99:1-8)".

Wa Llahu A'lamu bi shShawab.

*** Makassar, 23 Juli 1995