2 Oktober 2011

994 Setan Gundul dan Fir'aun Merneptah

Pada malam Ahad / Sabtu malam 24 September 2011 terjadi debat di layar kaca TV-One antara pengacara Nazaruddin vs pengacara KPK. Hendardji (yang penengah?) menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan deponering Bibit-Chandra oleh Kejaksaan. 
 
Tanggapan:
Menurut UU 30 Tahun 2002 tentang KPK, apabila ada piminan KPK sudah menjadi terdakwa, maka ybs dipecat. Jadi tidak perduli apakah Bibit dan Chandra divonis bebas atau tidak, itu semuanya tidaklah penting. Karena yang penting keduanya cukuplah dijadikan terdakwa seperti Antasari yang diumpan dengan perempuan pada waktu masih terdakwa sudah dipecat. Kalau Bibit dan Chandra berhasil diterdakwakan, maka hanya tinggal dua orang pimpinan KPK, yaitu Haryono Umar, dan M Jasin. Maka sukseslah grand design penggembosan KPK oleh setan gundul (meminjam istilah Permadi). Untunglah kejaksaaan men-deponeer kasus Bibit-Chandra.
 
***
 
Untuk menghemat ruangan, maka artinya saja:
Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepadaNya)". (Allah berfirman) Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.(S. Yunus, 10:90-92).
 
Ayat (10:90-92) menjelaskan dua hal, yatu pertama, dalam keadaan sekarat, maka tobat tidak diterima lagi oleh Allah, dan kedua, yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya. Setelah Fir'aun itu tenggelam, mayatnya terdampar di pantai L. Merah pesisir Afrika. Diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dimumikan, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di dalam museum di Al-Qahirah (Cairo) Mesir.
 
Siapakah dia Fir'aun yang ditenggelamkan Allah itu?
 
Marilah kita kaji ayat-ayat Qawliyah (Al-Quran) dan ayat-ayat Kawniyah (kosmologis, dalam hal ini arkeologi):
-- Dan raja (malik) berkata: "Bawalah Yusuf kepadaKu, (S. Yusuf, 12:54).
-- Fir'aun berkata: "Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!". Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan." (S. Yunus, 10:79,80)
 
Jadi Menurut Al-Quran Nabi Yusuf AS bersentuhan dalam sejarah dengan malik (raja), sedangkan Nabi Musa AS dengan Fir'aun. Dalam Bible termaktub bahwa penguasa Mesir Kuno adalah Dinasti Fir'aun secara sinambung.
 
Batu Rosetta menguak Sejarah Mesir Kuno
 
Batu Rossetta (Al-Rasyid), adalah batu granodiorit dengan ukuran panjang 1,14 meter, lebar 72cm, dan tebal 28cm. Batu ini dibuat pada tahun 196 SM dan ditemukan pada 15 Juli 1799 di sebuah kota bernama Al-Rasyid di Mesir oleh Pierre Bouchard. Batu ini bermuat tulisan di atasnya dalam dua bahasa, Mesir dan Yunani, dengan menggunakan tiga skrip, yaitu Hieroglyph, Demotik Mesir (skrip Koptik) dan Yunani.
 
Dari 1822-1824, seorang peneliti Perancis, Jean-François Champollion, memperluas penelitian dan usaha penerjemahan batu ini dengan bekerja bersama para pakar lainnya seperti Athanasius Kircher, Silvestre de Sacy, Johan David Akerblad dan William John Bankes. Akhirnya Champollion bisa membaca Hieroglyph tulisan Mesir Kuno trsebut. Demikianlah, Batu Rosetta adalah satu penemuan yang merupakan kunci yang menguak Sejarah Mesir Kuno.
 
***
 
Sekitar tepi danau Manzala terdapat reruntuhan kota Tanis. Kota ini pernah menjadi kota pelabuhan yang makmur. Tidak jauh dari daerah ini terletak situs Avaris, markas angkatan perang yang dibangun oleh Hyksos, Raja Gembala. Dinasti Raja-Raja Hyksos, mendapatkan legitimasi dalam Dokumen Hieroglyph yang tertera dalam Daftar Penguasa Mesir di Turin, seperti berikut:
 
The Hyksos (The Shepherd  Kings) (1730 – 1580) B.C. invaded Egypt.and conquered the Pharao Dynasty
 
15th Hyksos Dynasty
Salitis - Bnon - Apachnan (Khian) - Khamudi
 
16th Hyksos Dynasty
Anat-Her - User-anat - Semqen - Zaket - Wasa - Qar - Pepi III - Bebankh - Nebmaatre - Nikare II - Aahotepre - Aaneterire - Nubankhre - Nubuserre -
Khauserre - Khamure - (Yusuf bin) Jacob - Yakbam - Yoam - Apophis - Amu, defeated by AhmoseI (Pharao Dynasty) in 1580.
Jacob tidak lain dari incumbent Nabi Yusuf bin Jacob AS.
 
17th Princes Thebes  Dynasty
paying tax. to the Hyksos (The Shepherd  Kings)
1680 - 1580
 
18th Pharao Dynasty (1580 – 1340) B.C.
Ahmose I - Amenhotep I - Thutmose I - Thutmose II - Thutmose III - Amenhotep II - Thutmose IV - Amenhotep III - Amenhotep IV (Akhenaton) - Tutankhamun   
19th Pharao Dynasty   (1340 – 1224) B.C.
Haremheb                     (1340-1320) B.C.
Ramose I                      (1320-1318) B.C.
Seti I                             (1318-1298) B.C.
Ramose II                     (1298-1232) B.C.
Merneptah                    (1232-1224) B.C.
khaos                            (1224-1200) B.C.
 
20th Pharao Dynasty   (1200 - 1085) B.C
 
Nabi Yusuf AS dilegitimasikan oleh Dokumen Hieroglyph sebagai penguasa Mesir Kuno dalam Dinasti ke-16 Raja Gembala (Al-Malik). Batu Rosetta menguak Sejarah Mesir Kuno, menunjukkan mu'jizat Al-Quran yang secara arkeologis baru diketahui bahwa Dinasti Fir'aun pernah dipotong oleh Dinasti Raja Gembala (Al-Malik) setelah Hieroglyph baru bisa dibaca tahun 1824 M.
 
Dengan memperhatikan Dokumen Hieroglyph di atas itu, di mana pada akhir Dinasti ke-19 Fir'aun terjadi khaos selama 24 tahun, maka yang ditenggelamkan Allah di Laut Merah adalah Fir'aun Merneptah.
 
WaLlahu a'lamu bishshawab.
 
*** Makassar, 2 Okrober 2011