30 Oktober 2011

998 Hajar al-Aswad

Pertama-tama dimulai dahulu dengan berita melawan arus-global, Jumat, 21/10/2011.
pikiran-rakyat.com/node/162763
Meski di mata dunia Muammar Qadhafi dianggap sebagai musuh, namun jamaah Masjid Muammar Qadhafi di Sentul Kabupaten Bogor melakukan shalat ghaib dan doa bersama untuk Qadhafi, semoga arwahnya bisa diterima Allah SWT. Jamaah menganggap Qadhafi sebagai tokoh pemimpin yang baik. Bahkan, sebagian besar jamaah mengaku sangat berduka.
 
***
 
Elok dibaca oleh Jama'ah Islamiyah yang akan menunaikan ibadah haji. BaituLlah(#) di Makkah, adalah rumah ibadah yang dibangun oleh kakek dan nenek manusia, yaitu Nabi Adam AS dan Hawa, yang telah hancur tatkala banjir pada zamannya Nabi Nuh AS(*), dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim AS bersama dengan putera sulung beliau Ismail. Nabi Ibrahim AS diberitahu melalui wahyu tempat bekas BaituLlah, yaitu gundukan tanah yang lebih tinggi dari tanah sekelilingnya.
-- WADz BWANA LABRAHM MKAN ALBYT AN LA TSyRK BY SyYaA WThHR BYTY LLThAaFYN WALQAaMYN WALRK'A ALSJWD (S. ALhJ, 22:26), dibaca: waidz bawwa'naa li.ibraahiima makaanal baiti allaa tusyrik bii syaian wathahir baitii liththaaifiina walqaaimiina warruka'is sujuud, artinya:
-- Dan ingatlah, ketika Kami menunjukkan kepada Ibrahim tempat BaituLlah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.
 
Tatkala pembinaan kembali BaituLlah itu selesai, Nabi Ibrahim AS lalu memerintahkan Ismail: "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia". (Jadi berbeda dengan kebiasaan kita sekarang dilazimkan "perletakan batu pertama", sebaliknya Nabi Ibrahim AS melakukan "perletakan batu terakhir"). Akhirnya Ismail kembali membawa batu berwarna hitam dan berkilat. Nabi Ibrahim AS menatap wajah Ismail seraya bertanya: "Dari mana kau dapatkan batu ini?" Maka Ismailpun menceritakan pertemuannya dengan seorang lelaki tampan dan gagah yang tiba-tiba muncul berdiri dihadapannya dan sambil tersenyum menyerahkan batu hitam tersebut kepadanya.
 
Mendengar penjelasan putera kesayangannya itu, Nabi Ibrahim AS dengan serta merta menciumi batu tersebut dengan rasa suka dan gembira yang teramat sangat. Kemudian Nabi Ibrahim AS berkata: "Tahukah engkau anakku, siapakah lelaki tampan yang memberikan Hajar al-Aswad ini kepadamu?," sambil menunjuk ke arah batu hitam yang telah diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS di atas tanah. Ismail menggelengkan kepalanya. "Lelaki tampan itu tadi adalah Malaikat Jibril AS yang menjelma menyerupai manusia biasa, dan Hajar al-Aswad ini adalah sisa yang tertinggal dari BaituLlah yang dibangun oleh kakek dan nenek kita Nabi Adam AS dan Hawa," menjelaskan Nabi Ibrahim AS.
 
Sejak itulah dan sampai sekarang ini, setiap orang yang berthawaf mengelilingi BaituLLah, disunatkan pula mencium Hajar al-Aswad tsb. Nabi Ibrahim AS bersama Ismail 7 kali berkeliling dalam membangun kembali itu, dan thawaf 7 kali berkeliling BaituLlah merupakan napak tilas mereka berdua. Mencium Hajar al-Aswad itu juga berupa napak tilas Nabi Ibrahim AS mencium Hajar al-Aswad itu karena sukacita. Di samping itu untuk menguji keimanan ummat Islam tatkala mencium Hajar al-Aswad, yaitu meniatkan dalam hati bahwa Hajar al-Aswad tidaklah sakral. Haji Eros Jarot sutradara film Cut Nyak Dien menyatakan bahwa ia tidak berani mencium Hajar al-Aswad, ia cukup dengan mencium tangannya lalu menempelkannya ke Hajar al-Aswad, katanya ia kuatir tatkala mencium batu itu lalu timbul pikirannya yang lain-lain.
 
Hajar al-Aswad adalah istimewa, karena tidak pernah disembah sebagai berhala oleh orang Arab jahiliyah yang telah menyimpang dari ajaran Nabi Ismail AS, dari beragama Tawhid meng-Esakan Allah menjadi penyembah berhala. Juga Hajar al-Aswad tidak pernah dijadikan wasilah (medium, perantara) dalam menyembah Allah oleh orang Arab jahiliyah. Mengenal nama Allah itu merupakan ajaran yang masih tersisa dari Nabi Ismail AS(@), termasuk thawaf menapak tilas pembangunan BaituLlah 7 kali berkeliling dari Nabi Ibrahim AS dan Ismail seperti telah disebutkan di atas itu. Namun napak tilas thawaf itu telah diselewengkan orang Arab Jahiliyah karena mereka lelaki/perempuan melakukannya dengan sangkaan harus dalam kondisi seperti baru dilahirkan yaitu telanjang bulat. Para socio-cultural anthropologists yang kafir  yang melakukan penelitian mundur waktu ke belakang baru sampai pada Arab Jahiliyah yang tawaf telanjang bulat ini, lalu dengan tergesa-gesa mengambil kesimpulan bahwa thawaf dalam ibadah haji itu mengadopsi ritual paganisme orang Arab. WaLlahu a'lamu bishshawab.
--------------
(#)
"For behold darkness shall cover the earth, .... but the LORD will arise upon you, and the glory will be seen upon you .... All the flocks of Kedar shall be gathered to you, .... and I will glorify My Glorious House" (KJVR-Isaiah, 60:2,7). Karena sesungguhnya kegelapan akan meliputi bumi, .... namun (terang) Tuhan akan terbit atas kamu, .... Semua kawanan domba Kedar akan berhimpun kepadamu, .... dan Aku akan menyemarakkan Rumah KeagunganKu."
 
-- flocks of Kedar maksudnya qabilah-qabilah Arab turunan Kedar (Haidar) anak Isma'il.
-- shall be gathered to you, you di sini maksudnya seorang tokoh turunan Haidar, yaitu Nabi Muhammad SAW.
-- darkness shall cover the earth, maksudnya zaman jahiliyah, orang-orang Arab sepeninggal Nabi Ismail AS, yang  kemudian menjadi penyembah berhala.
-- Glorious House (Rumah Keagungan), maksudnya BaituLlah
 
(*)
Empat puluh tahun kemudian mereka berdua Adam dan Hawa membangun lagi sebuah tempat peribadatan di Bait Al-Maqdis yang juga hancur karena banjir, lalu dibangun kembali oleh Nabi Sulaiman AS.
 
(@)
Bahwa nama Allah yang diajarkan Nabi Ismail AS masih dikenal oleh orang Arab jahiliyah, buktinya nama ayahanda Nabi Muhammad SAW adalah AbduLlah, artinya Hamba Allah.
 
*** Makassar, 30 Okrober 2011