3 Juli 2011

981 Perbualan dan Cibiran Pepesan Kosong

Assalamu alaikum wr.wb.
Ustad, minta pencerahan mengenai nyanyian murtadin bernama Burhanuddin Al Hamdi:
Mari kita simak baik-baik pertentangan ayat-ayat yang berhasil ditemukan:
Masalah Hari Penciptaan: Qs 41:9-12 bertentangan dengan Qs 7:54
Dalam Qs 41:9-12 dikatakan bahwa bumi dan langit diciptakan dalam tempo 8 hari.
Dalam Qs 7:54 dikatakan bahwa bumi diciptakan dalam tempo 6 hari.
 
Wassalam
Dari seorang Muallaf
Hagai Abd Rab
 
Jawab:
S. Fushshilat, 41: 9,10,12:
 9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa
10. dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa.
12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa.
 
S. Al A'raaf, 7:54:
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa
 
Masalah ini lebih mudah dijelaskan dengan memakai ilmu bantu Network Planning.
 
Tabel Kaitan Kegiatan
----------------------------
Kegiatan        Waktu 
----------------------------
1 - 2, Penciptaan langit 2
1 - 3,  Penciptaan bumi   2
2 - 4, Dummy acitivity   0
3 - 4,  Pencipt. isi bumi 4
----------------------------
 

Diagram Panah (Jaringan)

 

Dari jaringan dapat dilihat bahwa Kegiatan kritis: 1 - 3 - 4, yang terdiri atas kegiatan 1 - 3 dan 3 - 4, jadi keseluruhan waktu penciptaan = 2 + 4 = 6 periode
 
Jadi nyanyian Burhanuddin Al Hamdi itu cuma pepesan kosong. Ia menjumlahkan 2+2+4 = 8, sehingga menyatakan: Dalam Qs 41:9-12 bumi dan langit diciptakan dalam tempo 8 hari.
 
***
 
Huyayy bin Akhtab pemuka Yahudi Banu Nadzir menghasut kabilah-kabilah Quraisy dan Ghatafan, sehingga terbentuklah pasukan Al-Ahzab (konfederasi) Yahudi, Quraisy dan Ghafatan dengan kekuatan 20.000 orang datang menyerbu Madinah. Salman al-Farisi menyarankan supaya di sekitar daerah terbuka Madinah digali parit. Saran ini segera dilaksanakan dan selesai dalam waktu 6 hari.
 
Pada saat menggali parit itu mereka menghadapi batu besar yang menghalangi penggalian parit. Hal itu dilaporkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab sekalipun masalah teknis, tetapi para sahabat sadar, jika melakukan inisiatif sendiri dengan memindahkan parit demi menghindari batu tersebut dapat berakibat fatal. Belokan parit itu bisa menjadi titik lemah pertahanan. Padahal keselamatan kota Madinah dan penduduknya, secara ikhtiar tergantung kualitas parit yang digali itu. Benar dugaan sahabat, beliau tidak berpendapat untuk membelokkan parit, tetapi jika batu dibiarkan, parit belum memenuhi kedalaman standard, hal itu juga akan menjadi titik lemah pertahanan. Maka beliau mengambil pemecah batu berukuran besar dan mengayunkan sendiri untuk memecahkan batu tersebut. Pukulan pertama menimbulkan percikan api, beliau bertakbir, batu belum pecah. Hantaman kedua menimbulkan percikan api lagi, beliau bertakbir, batu besar itu baru retak. Pukulan ketiga menimbulkan percikan api lagi, batu pecah berkeping-keping dan beliau bertakbir kali yang ketiga. Setiap kali beliau bertakbir diikuti oleh takbirnya para sahabat.
 
Ketika para sahabat bertanya mengapa beliau bertakbir, beliau jelaskan bahwa dalam percikan api tersebut berturut-turut beliau diperlihatkan istana kekaisaran Romawi, kemudian istana imperium Persi, terakhir istana Sana'a di Yaman. Beliau mengkhabarkan bahwa keseluruhan istana yang dinampakkan oleh Allah kepada beliau akan ditaklukkan oleh umat Islam.
 
Kabar nubuwah itu disampaikan pada saat situasi umat Islam dalam keadaan paling kritis dalam perjalanan menegakkan eksistensinya. Yaitu pasukan al-Ahzab dengan kekuatan besar mengancam keselamatan kota Madinah  Ada orang-orang yang mencibir nubuatan dari percikan api tsb. Cibiran mereka diungkap dalam Al-Quran:
"Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :"Tidaklah Allah dan rasul-Nya menjanjikan kepada kita kecuali menipu" (S. Al-Ahzab, 33:12)
 
Persepsi mereka dalam ungkapan gaya pernyataan politik kontemporer: "Itu cuma pepesan kosong. Situasi kritis begini kok bilang mau menguasai Romawi, Persia dan Yaman sekaligus, sedang untuk menghadapi musuh penyerbu saja terpaksa membuat parit, pun dalam keadaan minim persenjataan dan logistik."
 
***
 
Gerakan untuk mendirikan khilafah secara bottom up sekarang ini mendapat cibiran: "Keadaan Islam dan umat Islam hari ini kok masih compang-camping di bawah dominasi musuh. Khilafah?, itu cuma pepesan kosong. Sejarah berulang, nubuatan Nabi SAW tentang khilafah dicibir nyanyian pepesan kosong.
 
Inilah nubuatan tsb:
Hudzaifah berkata, RasululLah shallalLaahu 'alayhi wa sallam bersabda, "Kenabian berlangsung selama kurun waktu yang dikehendaki oleh Allah, kemudian berakhir, kemudian berlangsung kekhalifahan (khilafah) yang lurus menurut system kenabian selama masa yang dikehandaki oleh Allah, kemudian berakhir, kemudian berlangsung sistem kerajaan yang keras selama waktu yang dikehendaki oleh Allah, kemudian berakhir, kemudian terjadi pemerintahan yang menindas selama kurun waktu yang dikehendaki oleh Allah, kemudian berakhir, kemudian terjadi khilafah menurut sistem kenabian". Kemudian beliau diam. [Musnad Imam Ahmad no. hadits 18406].
 
WaLlahu a'lamu bishshawab.
 
*** Makassar, 3 Juli 2011